BAB V

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

  

 

 

 

A.        KESIMPULAN

 

Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan, antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat, upaya pelayanan kesehatan, sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di 35 Kabupaten/Kota selama tahun 2002 tergambar dalam Profil Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Tahun 2002.

Secara umum upaya-upaya yang telah dilakukan dalam pembangunan kesehatan telah menunjukkan hasil yang cukup baik, namun masih ada beberapa program kesehatan yang belum mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan maupun kekurangan dalam pencapaian upaya-upaya pembangunan kesehatan di Propinsi Jawa Tengah selama tahun 2002 adalah sebagai berikut :

1.         Program Pemberantasan Penyakit Malaria menunjukkan keberhasilan dimana angka kesakitan malaria pada tahun 2002 mengalami penurunan dibanding tahun 2001 yaitu dari 1,51/1000 penduduk menjadi 1,44/1.000 penduduk.

2.         Angka kesakitan penyakit DBD pada tahun 2002 mengalami penurunan dibanding tahun 2001 yaitu dari 23,9/100000 penduduk menjadi 19,47/100.000 penduduk atau lebih rendah dari target renstra sebesar 20/100.000 penduduk.

3.         Angka kesembuhan penyakit TB paru pada tahun 2002 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2001 yaitu dari 64 % menjadi 73 %. Namun angka tersebut masih dibawah target renstra yaitu sebesar 80 %.

4.         Prevalensi penyakit kusta pada tahun 2002 justru mengalami peningkatan disbanding tahun 2001, yaitu dari 0,48/10000 penduduk menjadi 0,67/10000 penduduk. Namun peningkatan tersebut masih diatas target renstra yaitu 1/10000 penduduk.

5.         Meskipun sistem surveilans penyakit diare sudah semakin membaik, hasil penemuan penderita diare hanya mencapai 20,8 %, yang berarti belum sesuai dengan yang diharapkan yaitu sebesar 60 %.

6.         Angka kematian pneumonia balita di Jawa Tengah sebesar 5,9/1.000 balita, masih lebih tinggi dari angka nasional yaitu sebesar 5/1000 balita.

7.         Kasus HIV yang ditemukan pada tahun 2002 sebanyak 56 kasus, sedangkan kasus AIDS sebanyak 5 kasus.

8.         Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah pada tahun 2002 sebesar 102.24/100000 kelahiran hidup, lebih rendah daripada AKI hasil SKRT tahun 1995 sebesar 375/100000 kelahiran.

9.         Angka Kematian Bayi di Jawa Tengah pada tahun 2002 sebesar 9,44/1000 kelahiran hidup. Sedang AKB Nasional hasil Surkesnas tahun 2001 sebesar 50/1000 kelahiran hidup.

10.     Prevalensi Gizi buruk pada tahun 2002 cenderung menurun dari 1,67 % menjadi 1,51 %. Status gizi kurang juga mengalami penurunan dari 14,51 % pada tahun 2001 menjadi 13,88 % pada tahun 2002.Status izi lebih turun dari 2.52 % menjadi 1,93 %. Sedang status gizi baik mengalami peningkatan dari 81,2 % menjadi 82,69 %.

11.     Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga menunjukkan keberhasilan dengan pencapaian strata PHBS rumah tangga pada tahun 2002 : Strata utama 21,22 % dan paripurna 15,03 %, sedang target yang ditetapkan dalam renstra tahun 2002 untuk strata utama dan paripurna adalah 15 %.

12.     Perwujudan dari paradigma sehat adalah dilaksnakannya program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (JPKM), akan tetapi dalam pelaksanaannya program ini masih banyak mengalami hambatan. Sampai tahun 2002 di Jawa Tengah baru ada 2 Bapel Mandiri sedang 33 lainnya masih Pra Bapel. Dari seluruh Pra Bapel yang ada, 15 Pra Bapel (45,45 %) masih aktif, 6 Pra Bapel (18,2 %) kurang aktif, dan 12 Pra Bapel (36, 4 %) sudah tidak aktif lagi.

13.     Pada program penyehatan lingkungan terlihat berbagai peningkatan diantaranya cakupan rumah sehat sebesar 72,10 %, sedikit lebih tinggi dari target pada renstra sebesar 70 %. Demikian juga cakupan tempat-tempat umum sehat, rata-rata masih di atas target renstra sebesar 65 %.

14.     Cakupan pemanfaatan jamban sebesar 58,88 %, sedikit lebih tinggi dari target dalam renstra sebesar 57 %. Demikian juga cakupan air bersih 76,66 %, sedikit lebih tinggi dari target renstra sebesar 74 %. Cakupan SPAL sebesar 43,37 %, lebih tinggi dibanding target renstra sebesar 35 %.

15.     Pada Program Pelayanan Kesehatan hasil-hasil yang dicapai diantaranya : Cakupan kunjungan baru ibu hamil (K1) pada tahun 2002 sebesar 89,62 %, lebih rendah dari target K1 Propinsi Jawa Tengah sebesar 95 %. Sedang cakupan K4 adalah sebesar 78,07 %, lebih rendah disbanding target K4 Propinsi Jawa Tengah sebesar 78,07 %.

16.     Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2002 sebesar 73,16 %, sedangkan target Propinsi sebesar 90%.

17.     Pemberian ASI ekslusif secara rata-rata propinsi pada tahun 2002 masih rendah yaitu sebesar 32,54 %.

18.     Cakupan imunisasi DPT 1 pada tahun 2002 sebesar 94,96 %, mengalami penurunan disbanding tahun 2001 yang mencapai 96,64 %. Sedang cakupan imunisasi campak pada tahun 2002 mencapai 91,25 %, mengalami peningkatan dibanding tahun 2001 yang hanya mencapai 90,14 %.

19.     Pada tahun 2002 jumlah Posyandu mengalami penurunan sebanyak 530 Posyandu dibanding tahun 2001, dari 45.745 menjadi 46.275. Demikian juga dengan jumlah kader aktif sebanyak 147900 kader pada tahun 2002, mengalami penurunan dibanding tahun 2001 sebanyak 194.552 kader.

20.     Pada program keluarga berencana, pada tahun 2002 terjadi peningkatan jumlah PUS sebesar 0,77 %. Dari sejumlah PUS yang ada, menjadi peserta KB baru sebanyak 669.783 atau sebesar 11,60 %

21.     Pada program upaya kesehatan rujukan pada tahun 2002, beberapa kota telah mempunyai rumah sakit yang telah memenuhi standar jumlah tempat tidur bila dibandingkan dengan jumlah penduduk. Rata-rata pemakaian tempat tidur (BOR) di Propinsi Jawa Tengah adalah 58,85 %. Sedang angka Gross Death Rate (GDR), sebanyak 23 Kabupaten/Kota masih dibawa standar. Demikian juga dengan angka Net Daeth Rate (NDR), sebanyak 31 Kabupaten/Kota masih dibawah standar.

22.     Dalam tahapan pelaksanaan program sumber daya kesehatan, di Propinsi Jawa Tengah terdapat 1 Balai Pelatihan Tenaga Fungsional Kesehatan Gombong yang sudah terakreditasi dengan nilai A (100 %). Institusi kesehatan baik negeri maupun swasta yang telah terakreditasi sebanyak 67 %, sedang 33 % lainnya belum terakreditasi. Tenaga kesehatan professional yang telah mempunyai lisensi, Bidan : 190, Perawat : 456, Farmasi : 122, dan fisioterapi : 56. Sedangkan penyebaran tenaga kesehatan masih belum merata.

23.     Pada program obat, makanan, dan bahan berbahaya pada tahun 2002 dilaporkan sebanyak 183 kasus, dengan tindak lanjut pengamanan sebesar 30 %, masih dibawah target yaitu sebesar 60 %. Cakupan pemeriksaan  sarana produksi makanan dan minuman sebesar 1,6 %, sedang target tahun 2002 sebesar 20 %. Cakupan pemeriksaan sarana produksi, distribusi obat, obat tradisional, kosmetika dan alat kesehatan pada tahun 2002 adalah sebesar 30,42 %, sedang targenya dalah sebesar 55 %.Hasil monitoring penggunaan obat rasional terhadap 3 kasus penyakit di Puskesmas (ISPA, diare, dan myalgia), tahun 2002 rata-rata mencapia 28,15 %, sedang targetnya adalah 30 %.

24.     Anggaran Kesehatan Propinsi Jawa Tengah terdiri atas : anggaran rutin APBD sebesar Rp. 19.840.872.000.-, terserap Rp. 18.070.656.739.-, anggaran proyek APBD sebesar Rp. 61.739.557.000.-, terserap Rp. 61.190.797.269.-. Anggaran Proyek APBN sebesar Rp. 88.958.428.000.-, terserap Rp. 85.574.878.266,-. Sedangkan pinjaman luar negri alokasinya sebesar Rp. 41.337.684.000.-, terserap Rp. 10.245.886.986.- 

   

B. SARAN

 

1. Dari hasil-hasil tersebut di atas, dapat dilihat bahwa masih ada pelaksnaan program yang belum mencapai hasil yang optimal. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional.

2. Penyusunan buku Profil kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2002 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan terutama dikarenakan pada tahun 2002 Profil kesehatan disusun dengan format yang baru, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga banyak tabel-tabel yang tidak dapat terisi. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan format tidak selalu berubah tetapi tetap mengakomodir kebutuhan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan.

2. Perlu adanya penjadualan kegiatan penyusunan Profil kesehatan yang ditepati dengan penuh kedisipilan oleh semua pengelola profil di seluruh jenjang administrasi agar tidak selalu terjadi keterlambatan penerbitannya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal guna evidence based decission making.

3. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam Profil Kesehatan tahun 2002 ini salah satunya disebabkan karena ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Oleh karena itu untuk tahu-tahun mendapang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas.

4. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan tidak selalu terulang adanya data-data yang tidak akurat atau “aneh”.

5. Perlu dilaksanakan kegiata rapid survey untuk mendukung validitas serta keakuratan data Profil kesehatan.

6. Perlu dibuat suatu software data base untuk keperluan penyusunan profil kesehatan.

 

Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2002 ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang.

 

 Profile Kesehatan Propinsi Jawa Tengah 2002

 

<<<< Menu

THIS SITE HAS MADE BY AAK_AMAT