Bab III

Pembangunan Kesehatan PROVINSI JAWA TENGAH

 

A.        Dasar

Dasar pembangunan kesehatan adalah nilai kebenaran dan aturan pokok yang menjadi landasan untuk berfikir dan bertindak dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Dasar-dasar berikut ini merupakan landasan dalam penyusunan visi, misi dan strategi serta sebagai petunjuk pokok pelaksanaan pembangunan kesehatan:

1.       Perikemanusiaan

Setiap kegiatan, program kesehatan harus berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.       Pemberdayaan dan Kemandirian

Individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya bukan saja obyek namun sekaligus pula subyek kegiatan, program kesehatan. Segenap komponen bangsa bertanggungjawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Setiap kegiatan, program kesehatan harus mampu membangkitkan peranserta individu, keluarga dan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap individu, keluarga dan masyarakat dapat menolong dirinya sendiri. 

Dengan dasar ini, setiap individu, keluarga dan masyarakat melalui kegiatan, program kesehatan difasilitasi agar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.  Warga masyarakat harus mau bahu membahu menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan agar dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang sesuai kebutuhan dalam waktu sesingkat mungkin.  Di lain pihak, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada perlu terus diberdayakan agar mampu memberikan pertolongan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, sesuai dengan norma sosial budaya setempat serta tepat waktu.

 

 

3.       Adil dan Merata

Setiap individu, keluarga dan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.  Kesempatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan tepat waktu tidak boleh memandang perbedaan ras, golongan, agama dan status sosial ekonomi seorang individu, keluarga atau sekelompok masyarakat. 

Pembangunan kesehatan yang cenderung urban-based harus terus diimbangi dengan upaya-upaya pelayanan kesehatan yang bersifat rujukan, bersifat luar gedung maupun yang bersifat satelit pelayanan.  Dengan demikian, pembangunan kesehatan dapat menjangkau kantong-kantong penduduk risiko tinggi yang merupakan penyumbang terbesar kejadian sakit dan kematian.  Kelompok-kelompok penduduk inilah yang sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan karena selain lebih rentan terhadap penyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih sedikit.

4.       Pengutamaan dan Manfaat

Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan / atau kesehatan dalam kegiatan, program kesehatan harus mengutamakan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.  Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.  Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh kebutuhan dan kondisi spesifik daerah.

B.      Visi

Gambaran masyarakat Provinsi Jawa Tengah masa depan yang ingin dicapai oleh segenap komponen masyarakat melalui pembangunan kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah:

Jawa Tengah Sehat 2010 yang mandiri dan bertumpu pada potensi daerah.

 

 

C.      Misi

Misi mencerminkan peran, fungsi dan kewenangan seluruh jajaran organisasi kesehatan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah, yang bertanggung jawab secara teknis terhadap pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan Provinsi Jawa Tengah.  Untuk mewujudkan visi tersebut ada empat misi yang diemban oleh seluruh jajaran petugas kesehatan di masing-masing jenjang administrasi pemerintahan, yaitu:

1.       Menggerakkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan

Pembangunan berwawasan kesehatan mengandung makna bahwa setiap upaya pembangunan harus berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.  Upaya tersebut harus dapat menekan sekecil mungkin dampak negatif yang merugikan kesehatan masyarakat beserta lingkungannya. Dengan demikian, keberhasilan pembangunan kesehatan sesungguhnya ditentukan oleh peranserta segenap komponen bangsa.

2.       Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dengan bertumpu pada potensi daerah.

Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan swasta.  Apapun yang akan dilakukan pemerintah dalam pembangunan kesehatan, tidak akan ada artinya bila tidak disertai kesadaran setiap individu, keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan dan menjaga kesehatannya masing-masing secara mandiri.  Upaya pemerintah untuk terus memperluas cakupan pembangunan kesehatan dan meningkatkan kualitasnya harus disertai upaya mendorong kemandirian individu, keluarga dan masyarakat luas untuk hidup sehat.

3.       Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah

Salah satu tanggung jawab seluruh jajaran kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, terjangkau oleh setiap individu, keluarga dan masyarakat luas.  Pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata dan terjangkau dimaksud diselenggarakan bersama oleh pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta.

 

 

4.       Mendorong pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya

Penyelenggaraan upaya kesehatan mengutamakan upaya-upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang didukung oleh upaya-upaya pengobatan segera dan pemulihan kesehatan.  Agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat diperlukan lingkungan yang kondusif.   Masalah lingkungan fisik dan biologis yang buruk adalah faktor penentu penularan penyakit saluran pernafasan dan pencernaan.  Masalah asap rokok kini muncul sebagai isu Hak Asasi Manusia, karena udara segar bebas asap rokok hak bagi semua orang.  Lebih jauh lagi, bagi bukan perokok pun, asap rokok meningkatkan risiko kanker paru secara bermakna.

D.      Strategi

1.       Pemantapan manajemen kesehatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mandiri dan akuntabel

2.       Pemantapan kapasitas dan mutu pelayanan kesehatan melalui pendayagunaan potensi seluruh sumberdaya yang ada dengan pendekatan Paradigma Sehat.

3.       Pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan keluarga menuju kemandirian masyarakat yang bertumpu pada potensi yang ada. 

4.       Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan serta pemberian otonomi fungsional pada unit pelayanan kesehatan terutama yang berada di lini depan, dengan berorientasi kepada pelanggan.

5.       Meningkatakan Advokasi dan Kemitraan kepada seluruh stakeholders dalam mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan.

6.       Mengembangkan  sistem pembiayaan kesehatan yang serasi

7.       Memantapkan Sistim Informasi Manajemen di Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga setiap pengambilan keputusan  selalu berdasarkan fakta

 

 

 

E.      KEBIJAKAN

1.      Keterpaduan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesatuan wilayah dengan mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan.

  1. Mengembangkan model pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan kemitraan dalam upaya mendorong kemandirian perilaku hidup bersih dan sehat.
  2. Memberikan subsidi pembiayaan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan serta mendorong kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan mandiri.
  3. Mendorong dan mengupayakan peningkatan kualitas lingkungan dengan berbagai sektor terkait.
  4. Meningkatkan pemerataan dengan mendekatkan pelayanan pada masyarakat terutama di pedesaan melalui Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) dan pengembangan desa siaga di seluruh kabupaten/kota.
  5. Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, kesehatan sekolah, kesehatan kerja dan usila.
  6. Mendorong dan menggerakan peningkatan mutu serta keterjangkauan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan.
  7. Mendorong dan menggerakan masyarakat dan  institusi dalam upaya perbaikan gizi .
  8. Pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi di setiap jenjang dalam rangka kewaspadaan dini dan pengendalian faktor resiko penyakit dan bencana.
  9. Menggerakan dan mendorong serta mengembangkan kemitraan dalam rangka pelaksanaan imunisasi dan pengendalian faktor resiko, penanggulangan dan pemberantasan penyakit termasuk kejadian luar biasa.
  10. Mengembangkan jejaring dengan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana dan manajemen resiko.
  11. Peningkatan kesadaran hukum bagi semua pihak yang terkait dengan kesehatan.
  12. Peningkatan keterpaduan program mulai dari perencanaan, monitoring/evaluasi, pengawasan dan akuntabilitas disetiap jenjang administrasi.
  13. Pemanfaatan penelitian dalam rangka  pengembangan program.
  14. Pengembangan, pendayagunaan, peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia kesehatan melalui kerjasama dengan berbagai pihak.
  15. Pengembangan dan peningkatan mutu institusi pendidikan dan pelatihan kesehatan.
  16. Pemantapan dan peningkatan manajemen mutu sediaan farmasi, perbekalan kesehatan termasuk makanan minuman serta penggunaan obat rasional.
  17. Pengembangan klinik Obat Asli Indonesia di 3 rumah sakit umum Provinsi Jawa Tengah.

F.      Program Pembangunan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah TAHUN 2006

1.   Program Lingkungan  Sehat,  Perilaku  Sehat, dan Pemberdayaan Masyarakat

a. Tujuan:

1)       Tujuan umum Lingkungan Sehat adalah  menciptakan lingkungan hidup yang kondusif bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat;

2)       Tujuan khusus Lingkungan Sehat adalah mewujudkan lingkungan hidup sehat yang:

a)       Mendukung tumbuh kembang anak dan remaja;

b)      Memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehat;

c)       Memungkinkan interaksi sosial;

d)      Melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga tercapai derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang optimal.

3)       Tujuan Umum Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat - memberdayakan individu, keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sendiri dan lingkungannya menuju masyarakat yang sehat, mandiri dan produktif.  Hal ini ditempuh melalui peningkatan pengetahuan, sikap, perilaku positif dan peran aktif individu, keluarga dan masyarakat sesuai dengan norma sosial budaya setempat.

4)       Tujuan khusus Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat adalah:

a)       Terbentuknya perilaku masyarakat yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan;

b)      Mencegah terjadinya risiko penyakit;

c)       Melindungi diri dari ancaman penyakit;

d)      Mendorong partisipasi aktif seluruh anggota masyarakat baik individu, keluarga dan masyarakat  dalam gerakan peningkatan kesehatan masyarakat;

e)      Membina kemampuan masyarakat agar mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi maupun non-ekonomi.

f)         Menggali peran serta masyarakat dalam kemandirian pembiayaan pelayanan kesehatan.

b.      Kegiatan Pokok

1)       Lingkungan Sehat

a)       Meningkatkan promosi hygiene dan sanitasi di tingkat individu, keluarga dan masyarakat;

b)      Meningkatkan mutu lingkungan perumahan dan permukiman termasuk pengungsian (misalnya karena bencana);

c)       Meningkatkan hygiene dan sanitasi tempat-tempat umum dan pengelolaan makanan;

d)      Meningkatkan kesehatan kerja;

e)      Meningkatkan wilayah / kawasan sehat termasuk kawasan bebas rokok.

2)       Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat

a)       Meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan petugas kesehatan dalam rangka mendorong terciptanya paradigma sehat di masyarakat.

b)      Meningkatnya kepedulian terhadap perilaku hidup bersih dan sehat;

c)       Meningkatnya kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, remaja, Ibu dan usia lanjut;

d)      Mengupayakan masyarakat tidak merokok dan miras, serta mencegah penyalahgunaan NAPZA;

e)      Meningkatkan pencegahan kecelakaan dan rudapaksa;

f)         Meningkatkan upaya kesehatan jiwa masyarakat;

g)      Memperkuat dukungan masyarakat untuk memberdayakan potensi, dan memperkuat sistem jaringan kelembagaan pada masyarakat sesuai potensi di masyarakat dan budaya setempat.

h)       Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pembiayaan dalam mengatasi masalah kesehatannya.

2.   Program Upaya Kesehatan

a.       Tujuan

1)       Tujuan Umum Upaya Kesehatan adalah meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna serta terjangkau oleh segenap anggota masyarakat.

2)       Tujuan khusus Upaya Kesehatan adalah sebagai berikut:

a)       Meningkatkan dan memperluas jangkauan dan pemerataan pelayanan kesehatan dasar;

b)      Meningkatkan dan memantapkan mutu pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan penunjangnya agar efektif dan efisien;

c)       Meningkatkan status kesehatan reproduksi bagi wanita usia subur termasuk anak, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui;

d)      Mengembangkan pelayanan rehabilitasi bagi kelompok yang memerlukan pelayanan khusus;

e)      Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

f)         Mencegah terjadinya dan tersebarnya penyakit menular dan tidak menular sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat;

b.      Kegiatan Pokok

1)       Meningkatkan pemberantasan penyakit menular dan imunisasi;

2)       Meningkatkan upaya penanggulangan penyakit menular dan tidak menular;

3)       Mengembangkan surveilans epidemiologi

4)       Meningkatkan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan yang terdiri atas pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan;

5)       Melaksanakan upaya kesehatan reproduksi di semua unit pelayanan

a)       Meningkatkan pelayanan kesehatan penunjang yang bermutu pada pelayanan kesehatan dasar dan rujukan;

b)      Meningkatkan pelayanan kesehatan khusus (jiwa/napza, gigi, remaja, usila)

 3.   Program Perbaikan Gizi Masyarakat

a.       Tujuan

1)       Tujuan umum Perbaikan Gizi Masyarakat adalah meningkatkan intelektualitas dan produktivitas sumber daya manusia

2)       Tujuan khusus Perbaikan Gizi Masyarakat adalah:

a)       Meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi;

b)      Meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih;

c)       Meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan bermutu untuk memantapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.

b.      Kegiatan Pokok

1)       Meningkatkan penyuluhan gizi masyarakat;

2)       Menanggulangi gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk pada balita serta menanggulangi KEK pada wanita usia subur termasuk ibu hamil dan ibu nifas;

3)       Menanggulangi GAKY

4)       Menanggulangi Anemia Gizi Besi (AGB);

5)       Menanggulangi Kurang Vitamin A (KVA);

6)       Meningkatkan penanggulangan kurang gizi mikro lainnya seperti kalsium, seng dan lain-lain;

7)       Meningkatkan penanggulangan gizi lebih;

8)       Melaksanakan fortifikasi dan keamanan pangan;

9)       Memantapkan pelaksanaan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG);

10)   Mengembangkan dan membina tenaga gizi;

11)   Melaksanakan penelitian dan pengembangan gizi;

a)       Melaksanakan perbaikan gizi institusi seperti sekolah, rumah sakit, perusahaan dan lain-lain;

b)      Melaksanakan perbaikan gizi akibat dampak sosial, pengungsian, dan bencana alam.


 3.  Program Sumber Daya Kesehatan

a.       Tujuan

1)       Tujuan umum Sumber Daya Kesehatan adalah tersedianya tenaga, pembiayaan dan perbekalan kesehatan dalam jenis yang lengkap, jumlah yang cukup, spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan, berkesinambungan, terjangkau dan tepat waktu.

2)       Tujuan khusus Sumber Daya Kesehatan adalah sebagai berikut:

a)       Meningkatkan jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan daerah.

b)      Meningkatkan jumlah, efektivitas, dan efisiensi penggunaan biaya kesehatan;

c)       Meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana dan dukungan logistik pada sarana pelayanan kesehatan yang semakin merata, terjangkau dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

b.      Kegiatan Pokok

1)       Meningkatkan perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan;

2)       Meningkatkan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan;

3)       Mengembangkan sistem pembiayaan praupaya;

4)       Mengembangkan sarana, prasarana dan dukungan logistik pelayanan kesehatan.

5)       Mengembangkan kemitraan dengan organisasi profesi dalam sertifikasi dan legislasi tenaga kesehatan profesional.

4.   Program Obat, Makanan, dan Bahan Berbahaya

a.       Tujuan

1)       Tujuan umum Obat, Makanan dan Bahan Berbahaya adalah tersedianya pelayanan kefarmasian yang terjangkau, rasional dan berkesinambungan serta terlindunginya masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya lainnya.

2)       Tujuan khusus Obat, Makanan dan Bahan Berbahaya adalah sebagai berikut:

a)       Terbinanya pelayanan farmasi komunitas dan klinik (unit pelayanan kesehatan dasar dan rujukan)

b)      Terbinanya penggunaan obat yang rasional;

c)       Tersedianya obat publik serta perbekalan kesehatan dalam jenis yang lengkap, jumlah yang cukup, harga yang terjangkau, kualitas yang baik, digunakan secara rasional serta dapat diperoleh setiap saat diperlukan.

d)      Terbinanya usaha industri farmasi dan Obat Asli Indonesia (OAI ).

e)      Terlindunginya masyarakat dari bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), dan bahan berbahaya lainnya;

f)         Terlindunginya masyarakat dari penggunaan sediaan farmasi, makanan dan alat kesehatan (farmakes) yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan;

g)      Terjangkau dan adanya pemerataan obat yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat;

h)       Terselenggaranya penegakan peraturan perundangan-undangan kefarmasian OAI, makanan dan bahan berbahaya

b.      Kegiatan Pokok

1)       Meningkatkan pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya lainnya.

2)       Meningkatkan pengamanan dan pengawasan makanan dan bahan tambahan makanan (BTM).

3)       Meningkatkan pengawasan obat, obat tradisional,  obat asli Indonesia, kosmetika dan alat kesehatan termasuk pengawasan terhadap promosi/iklan.

4)       Meningkatkan penggunaan obat rasional.

5)       Menerapkan obat esensial.

6)       Mengembangkan obat asli Indonesia.

7)       Membina dan mengembangkan industri farmasi.

8)       Meningkatkan mutu pengujian laboratorium pengawasan obat dan makanan untuk jenis pengujian.

9)       Mengembangkan standar mutu obat , OAI,  makanan dan obat berbahaya.

10)   Mengembangkan sistem dan layanan informasi POM.

 

5.       Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan

a.       Tujuan

1)       Tujuan umum Kebijakan dan Manajemen Pembangunan adalah terselenggaranya upaya kesehatan untuk mewujudkan visi Jawa Tengah Sehat 2010, sesuai dengan misi pembangunan kesehatan Jawa Tengah sebagai bagian komplementer dari upaya bersama segenap komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan nasional.  

2)       Tujuan khusus Kebijakan dan Manajemen Pembangunan adalah sebagai berikut:

a)       Semakin mantapnya kebijakan kesehatan di Provinsi Jawa Tengah;

b)      Tersedianya masukan program pembangunan kesehatan dalam jumlah yang memadai, lengkap sesuai dengan kebutuhan dan tepat waktu

c)       Terlaksananya program / kegiatan sesuai dengan panduan / pedoman / standar operasional prosedur / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis;

d)      Termanfaatkannya informasi yang diperoleh dari pencatatan / pelaporan dan hasil supervisi / bimbingan teknis untuk perbaikan pelaksanaan program / kegiatan;

e)      Tercapainya target program / kegiatan yang telah ditetapkan, secara tepat waktu, sangkil, berkualitas, dan berkesinambungan.

b.      Kegiatan Pokok

1)       Mengembangkan kebijakan program kesehatan;

2)       Mengembangkan manajemen pembangunan kesehatan;

3)       Meningkatkan pemahaman hukum / peraturan perundangan bidang kesehatan

4)       Mengembangkan sistem informasi kesehatan;

5)       Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

6)       Penelitian di bidang Pembangunan kesehatan