VISI, MISI, TUJUAN, dan SASARAN

 


Visi :

Institusi yang profesional dalam mewujudkan kesehatan paripurna di Jawa Tengah.

 

Misi :

1.      Melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan.

2.      Mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang berdaya saing.

3.      Mewujudkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pembangunan kesehatan.

4.     Melaksanakan pelayanan publik yang bermutu.

 

Tujuan :

1.      Mewujudkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau serta pembinaan dan pengendalian bidang farmasi, makanan minuman dan perbekalan Menurunkan angka kesakitan  dan angka kematian penyakit serta mencegah meluasnya kejadian luar biasa (KLB).

2.      Meningkatkan kualitas lingkungan.

3.     Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kemandirian individu, keluarga dan masyarakat di bidang kesehatan.

4.      Menurunkan prevalensi gizi buruk pada anak balita

5.     Meningkatkan pembinaan, pengendalian dan pengawasan dalam rangka ketersediaan, pemerataan, mutu dan pelayanan di bidang farmasi termasuk obat asli Indonesia, makanan minuman dan perbekalan kesehatan.

6.      Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

7.      Meningkatkan mutu sumber daya kesehatan melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.

8.      Menyiapkan sumber daya kesehatan dalam menghadapi persaingan global.

9.      Mengembangkan sistem informasi kesehatan terpadu dan penelitian kesehatan sesuai perkembangan IPTEK.

10.  Mewujudkan pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin dan rentan.

11.  Mengoptimalkan fungsi dinas kesehatan sebagai regulator dalam pengelolaan pelayanan kesehatan berbasis kinerja.

 

Sasaran :

1.    Terciptanya lingkungan hidup yang sehat.

2.   Menurunnya angka kesakitan dan kematian penyakit serta KLB.

3.    Terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan.

4.    Terwujudnya peningkatan gizi masyakarakat.

5.    Terwujudnya pembinaan, pengendalian dan pengawasan di bidang farmasi termasuk obat asli Indonesia, makanan dan minuman dan perbekalan kesehatan.

6.    Terwujudnya peningkatan akses masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu dan tertanganinya kasus/permasalahan kesehatan pada kelompok masyarakat rentan, daerah perbatasan dan terpencil.

7.    Terwujudnya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya kesehatan melalui pengembangan dan implementasi regulasi dan pengembangan profesionalisme.

8.    Terwujudnya kesiapan sumber daya kesehatan dalam menghadapi persaingan global.

9.    Terwujudnya sistem informasi kesehatan terpadu, dan pemanfaatan hasil penelitian dalam pengambilan keputusan.

10.    Meningkatkan cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat khususnya masyarakat miskin dan rentan melalui Jamkesmas/Jamkesda.

11.    Terwujudnya pelayanan kesehatan berbasis kinerja sesuai peraturan yang berlaku.