Top News

Hari cuci tangan pakai sabun se-Dunia ke-7, HCTPS 2014, 15 Oktober (tangan bersih generasi sehat), lebih bersih lebih sehat

Total view : times

Diklat Promosi Kesehatan Bagi Puskesmas Provinsi Jawa Tengah 2014

Print
PDF
Total view : 20 times

Artikel

Semarang, dinkesjatengprov.go.id -- Promosi kesehatan merupakan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan bersumber daya masyarakat sesuai keadaan sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan (SK Menkes No. 1114/Menkes/SK/VII/2005). Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, bukan merupakan proses yang mudah. Sehubungan dengan itu, dalam mengatasi masalah kesehatan, sektor kesehatan harus melibatkan lintas sektor terkait serta berbagai kelompok masyarakat potensial. Masyarakat diposisikan sebagai subyek atau pelaku pembangunan kesehatan dan bukan sebagai obyek, sehingga intervensi promosi kesehatan menjadi sangat strategis. Itulah sebabnya, pengelolaan promosi kesehatan harus dikuasai oleh petugas kesehatan di setiap tingkatan, terutama bagi para petugas promosi kesehatan di Puskesmas.

Mencegah Hepatitis

Print
PDF
Total view : 38 times

Pentingnya Deteksi Dini Untuk Pencegahan Penularan Hepatitis

Semarang, dinkesjatengprov -- Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, diperkirakan 2 dari 3 milyar penduduk dunia pernah terinfeksi Hepatitis virus B, 500 juta orang penderita Hepatitis B dan C kronik dan 1,5 juta orang meninggal karena Hepatitis B dan Hepatitis C.

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Hepatitis B dengan tingkat endemisitas tinggi (> 8%). Penderita Hepatitis B & C diperkirakan sebesar 25.000.000 orang , 50 % (12.500.000) dinatarnya berpotensi menjadi chronic liver disease dan 10 % nya (1.250.000) berpotensi menjadi liver cancer

Berdasarkan besarnya masalah tersebut diperlukan upaya untuk pencegahan dan pengobatan Hepatitis  yang bersifat komprehensif diantaranya melalui kebijakan prefentif dan promotif , sosialisasi tentang penyakit hepatisis ( penyebab dan besarnya masalah) dan perlunya upaya-upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan Hepatitis.

 

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Metode IVA Di Puskesmas Ngrampal Kab.Sragen Dalam Rangka HUT RSUD Dr. Moewardi - Surakarta

Print
PDF
Total view : 36 times

Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan utama bagi wanita di seluruh dunia. Setiap tahun lebih dari 460.00 kasus terjadi dan sekitar 50% diantaranya berakhir dengan kematian.

Di Indonesia, berdasarkan data yang ada, kanker leher rahim menempati urutan kedua dari jumlah kanker yang terjadi pada wanita.

faktor risiko terjadinya kanker leher rahim antara lain adalah aktifitas seksual sebelum usia 20 tahun, berganti-ganti pasangan sexual, terpapar infeksi yang ditularkan secara seksual (IMS), ibu/kakak menderita kanker leher rahim, test pap sebelumnya dengan hasil abnormal, merokok dan imunosupresi(HIV/AIDS & penggunaan kortikosteroid kronis)

 Ada beberapa metode dalam deteksi dini kanker leher rahim, yaitu :

1.Tes Pap smear dapat mendeteksi sedini mungkin adanya sel abnormal sebelum berkembang menjadi lesi prakanker atau kanker serviks, terutama pada wanita dengan aktivitas seksual yang aktif ataupun yang telah divaksinasi.

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS)

Print
PDF
Total view : 64 times

Jawa Tengah Raih Kedua Kali sebagai Duta Lingkungan Sehat

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (LS STBM) Tahun 2014

Semarang, dinkesjatengprov -- Dalam rangka memperkuat pembudayaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang didasarkan pada Peraturan Menetri Kesehatan Republik Indonesia No. 03/PERMENKES/2014.

STBM adalah program nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektoral. Program initelah dicanangkan pada bulan Agustus 2008 oleh Menteri Kesehatan RI. STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higien dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Strategi Nasioanal STBM diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan outputnya yang lebih dikenal dengan istilah lima pilar STBM adalah sebagai berikut:

  1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air besar sembarang tempat (ODF).
  2. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
  3. Setiap rumah tangga telah menerapkan pengolahan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
  4. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.
  5. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.

Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik

Print
PDF
Total view : 6 times

Pertemuan Peningkatan Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik (CDAKAB) Sarana Penyalur Alat Kesehatan Tahun 2014

Semarang, dinkesjatengprov Dengan menerapkan Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik (CDAKB) maka penyaluran alat kesehatan diharapkan mampu mempertahankan dan menjamin keamanan, mutu dan manfaat dari alat kesehatan yang disalurkan semenjak dari manufaktur/pabrik sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan, yang nantinya akan digunakan oleh pasien yang mampu menjamin patient safety selama pengunaan alat kesehatan tersebut. Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Dr. Djoko Mardianto, Mkes) dalam acara pembukaan Pertemuan Peningkatan Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik, yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pada 6 Oktober 2014. Yang dihadiri sekitar 120 orang terdiri dari para pimpinan atau penanggungjawab Penyalur Alat Kesehatan (PAK) dan Cabang PAK di Jawa Tengah. Selasa, 7/10 (A_fm)

Lebih lanjut Materi Pertemuan dapat di download disini:

VIDEO CONFERENCE IBU MENKES RI DENGAN DINKES JAWA TENGAH

Print
PDF
Total view : 191 times

Launching Pelatihan Jarak Jauh (LLJ) Konselor HIV AIDS

Semarang, Dinkes Prov. Jateng – Ibu Menteri Kesehatan RI dalam arahan peluncuran pelatihan jarak jauh konselor HIV/AIDS melalui Video Conference dengan 5 Dinas Kesehatan Provinsi (DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Kaltim dan Sulsel), Selasa tanggal 23 September 2014, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pelatihan jarak jauh ini diketahui oleh masyarakat dan semua, siapa saja yang bergerak di bidang upaya pelayanan baik di pusat, di daerah maupun di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Pemanfaatan teknologi dan informasi seperti pelatihan jarak jauh konselor HIV merupakan langkah terobosan yang diharapkan agar berdampak, pertama: penyelenggaraan pelatihan konselor yang lebih efisian, kedua: berdampak cakupan kepesertaan yang lebih luas dan lebih banyak, ketiga: lebih mudah diakses dari penjuru tanah air. Keberhasilan penanggulan HIV/AIDS sangat ditentukan oleh keberadaan konselor di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

SURVEI PEMETAAN FILARIASIS DI 13 KABUPATEN KOTA

Print
PDF
Total view : 365 times

Semarang, dinkesjatengprov -- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan BBTKLPP Yogyakarta dan PKBI Pusat melaksanakan survei pemetaan Filariasis di 13 kabupaten/kota pada bulan Juni dan Agustus 2014. Tujuan survei adalah menentukan status endemisitas Filariasis (Wuchereria bancrofti) di Jawa Tengah. Ambang batas untuk menandai suatu kabupaten/kota sebagai daerah endemis adalah adanya antigenaemia lebih besar atau sama dengan 1% (diukur dengan uji cepat immunochromatographic/ICT). Dengan ICT pengambilan sampel darah bisa setiap saat (tidak harus malam hari), tetapi biayanya mahal.

Screening Malaria di Pelabuhan Tanjung Mas

Print
PDF
Total view : 328 times

SEMARANG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang, Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang melaksanakan screening Malaria secara rutin menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan tersebut bertujuan melakukan deteksi dini kasus Malaria import dan mencegah terjadinya penularan, karena menjelang Hari Raya Idul Fitri memungkinkan mobilitas penduduk dari daerah endemis di luar Jawa ke Jawa Tengah meningkat. Dan salah satu pintu masuk ke Jawa Tengah adalah Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Sehingga perlu screening Malaria melalui kegiatan pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah bagi penumpang kapal yang berasal dari daerah endemis di Kalimantan.

POSKO KESEHATAN MUDIK LEBARAN TAHUN 2014

Print
PDF
Total view : 343 times

"Perilaku Hidup Bersih dan Sehat , Mudik Aman dan Selamat"

Dinkesjatengprov -- Cidera merupakan bagian dari masalah kesehatan masyarakat karena dampak dan konsekuensinya cukup besar bagi individu atau masyarakat yang terpapar. Di Indonesia cidera merupakan empat penyebab kematian utama setelah stroke, TB dan hipertensi. Kebanyakan kasus cidera disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas jalan (25,9%).

Karena pertimbangan itu pemerintah dalam hal ini Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI berupaya mengatasi masalah ini dengan melakukan upaya preventif dan promotif melalui deteksi dini dengan melakukan skrining faktor risiko kecelakaan lalu lintas yang salah satunya dilakukan menjelang dan sesudah lebaran kepada pengemudi bis Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).

 

“SETDITJEN P2PL KEMKES RI IKUT MEMERIKSA PENGEMUDI BUS”

Print
PDF
Total view : 387 times

SOLO, DINKESJATENGPROVSetditjen P2PL Kemkes RI (dr. H.M. Subuh, MPPM) ikut serta bergabung dengan petugas kesehatan lainnya dalam pemeriksaan para sopir bus dalam rangka memberikan layanan kepada para pemudik di salah satu terminal bus, Tirtonadi Solo. Pemeriksaan yang dilakukan oleh para petugas kepada para sopir Bus bertujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada pemudik, pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan kadar alkohol, urine, tekanan darah. Hal ini disambut dengan baik oleh para pengemudi bus yang secara teratur dan sabar menunggu antrian pemeriksaan.

 

Peringatan Bahaya Rokok

Print
PDF
Total view : 100 times

 

Visit

Members : 6
Content : 242
Content View Hits : 316209

DATA BANK

SIK

Twitter

Rating for dinkesjatengprov.go.id
Banner