image image image image image image image image image
  • KOMDAT 2017
    KOMDAT 2017  
  • LKJIP 2015-2016
    LKJIP DINAS KESEHATAN TAHUN...
  • IMUNISASI MR
      IMUNISASI MR  

Top New :

"AKU BISA MELAKUKAN DTEKSI DINI KITA BISA MENCEGAH KANKER" Tema : Hidup Sehat Hindari Kanker

 

RAKERKESDA KADINKES

pak kadin min1Laporan Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah dalam RAKERKESDA 2018

Semarang, dinkesjatengprov.go.id -- Dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bahwa terdiri dari 1000 orang yaitu Kadinkes Kab/Kota se Jawa Tengah, Direktur RS Daerah, Kab/Kota, Direktur RS Veritkal, Direktur RS TNI POLRI, Institusi Pendidikan Kesehatan, seluruh OP Kesehatan; Pejabat Struktural di lingkungan Provinsi, IPT Vertical, Lintas Sektor, Mitra Kesehatan da LSM Peduli Kesehatan.

Tujuan umum pertemuan ini adalah mewujudkan Jawa Tengah lebih sehat melalui kemandirian masyarakat. Sedangkan Tujuan khususnya adalah diharapkan ada kesamaaan pandang dalam mencapai Pembangunan Kesehatan di Jawa Tengah 2018 dengan arah dan strategi dalam kemandirian masyarakat mewujudkan Jawa Tengah lebih sehat.

Disampaikan pula bahwa pada Tahun 2017 : dari 50 indikator RPJMD Provinsi semuanya sudah tercapai. Kemudian Th. 2016 masih ada 4 indikator masih rapot merah. Th 2015 masih ada 11 rapot merah. Ini semua adalah jerih payah kita semua tidak terkecuali, baik Kab/Kota, kecamatan sampai garda tingkat desa, para mitra kesehatan dan kader kesehatan, masy kesehatan semuanya berperan dalam keberhasilan pembanguanan kesehatan ini. Selanjutnya Kami laporkan dari 50 indikator tersebut atas keberhasilan ini juga atas dorongan yang luar biasa dari Bpk. Gubernur. Sebenarnya kita ini tidak kurang dari sisi sarpras ada dan cukup , anggaran bila dikatakan kurang bila dikatakan cukup ya cukup, Sumber Daya kesehatan cukup banyak. Pak Gubernur pernah menyampaikan yang masih kurang adalah greget dan semangat juang. Ini yang harus kita bangun, juga telah dilauncing di Th. 2016 di Solo yaitu Program 5 NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) yaitu semangat kejuangan dari hulu ke hilir,faskes baik dari primer sampai dengan tersier.

Umur Harapan Hidup (UHH) pada 5 th terakhir ini meningkat dari th 2016 adalah 72, 6 tahun dan UHH 2017 adalah 74,2 Th.

Lebih detail dilaporakan bahwa, Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) utama karena dipakai SDGs, RPJMD karena AKI dipakai untuk melihat kualitas pelayanan kesehatan di suatu daerah atau Negara. Daerah dikatakan berhasil menurunkan kematian ibu adalah paling tidak turun 3 % per tahun. Dan kita bisa menurunkan lebih dari itu.Tahun 2017 AKI adalah 88,58/ 100.000 KH dari tahun 2013 mengalami penurunan cukup signifikan. Angka Kematian Bayi (AKB) juga mulai th 2013 – 2017 juga mengalami penurunan 2013 AKB 10,41 per 1000 KH. Lalu mengalami penurunan di th 2017 menjadi 8,93 per 1000 KH. Angka Kematian Balita (AKABA) juga menurun cukup signifikan di tahun 2017 menjadi 10,47.

Sedangkan Tren kasus balita gibur 922 di th 2017 dari jumlah penduduk yang 32 juta. Secara prevalensi sangat kecil (0,03 %) terhutng cukup rendah. Tahun 2016 tercatat Insidens Rate DBD dari 43,4 menjadi 21,6 per 100.000 penduduk.Tren penemuan kasus HIV/ AIDS mengalami peningkatan (dikatakan penemuannya lebih banyak kita bisa mengobati dan menangani sebanyak mungkin),; Kasus malaria indigeonus mengalami penurunan cukup signifikan menjadi 47,75 di tahun 2017; Trend WUS (Wanita Usia Subur) yang dideteksi dini Ca Mamme dan Ca Serviks dgn IVA mengalami peningkatan di.tahun 2017 mencapai 75.164 wus. Tentunya butuh kerja keras karena targetnya adalah separuh WUS terdeteksi dengan iva tes.

Progress BABS (Buang Air Besar Sembarangan) mengalami penurunan. Di tahun 2013 menjadi 14,7 % dari 18,46 % di tahun 2016. Karena masalah BAB sembarangan bukan masalah kemiskinan tapi masalah perilaku yang sulit untuk dirubah.

ODF (Open defecation Free) tahun 2015 belum ada kabupaten yang mencapainya, di tahun 2017 sudah ada 5 kabupaten (Grobogan, Boyolali, Krganyar, Skharjo dan wonogiri). Di tahun 2017 kita bisa mendeklarasikan 4 kab odf. Desa ODF di tahun 2017 ada 2728 desa ODF dari 8728 desa.Faskes dan akses akses untuk Pusk terakreditasi sudah 504 Puskesmas terakreditasi. Hampir 60 % terakreditasi namun semuanya sudah memenuhi standar minimal. Paling lambat tahun 2019 semua Puskesmas terakreditasi. Jumlah Tempat Tidur RS secara keseluruhan data kami adalah 46,33 % idealnya (32.053TT). Dibandingkan jumlah penduduk jateng 36 juta, maka masih ada kesempatan bagi RS mengembangkan jumlah TT.Karena rasio ideal adalah 1000 orang : 1 TT. Ketersediaan TT kelas III sudah 46 %. Bila mencapai 50 % akan lebih bagus lagi.RS Terakreditasi versi 2012 sudah 63,5 % di tahun 2017 (280 RS). Harapan kita tahun ini bisa semuanya terakreditasi versi 2012. Klasifikasi RS dari 280 RS masih kebanyakan 45,36 % RS Tipe C. Tipe A masih 2,8 % (itupun RSJ). RS bersiap menuju kelas A antara lain RSUD Margono Purwokerto dan RSUD Suraji Klaten, sedangakan RS PONEK 49,78 %, harapnnya semua RS ponek.

Ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan bahwa Kunci keberhasilan kita adalah terletak pada komitmen pada Simpul permaslahan kesehatan yaitu :

  1. KMasyarkat, UKBM, Puskesmas dan jaringannya dan faskes rujukan UKP maupun UKM.
  2. Keberhasilan Tenaga Kesehatan dan juga masyarakat semua dalam gotong royong untuk mensukseskan.
  3. Keterpaduan peran dgn stakeholder yang ada : Ormas, TP PKK, Dharma Wanita dll
  4. Jawa Tengah punya faskes punya UKM Rujukan yaitu Balkesmas (Balai Kesehatan M

Dikatakan juga bahwa Program prioritas tetap menurunkan angka kematian dan kesakitan, AKI dan AKB, stunting, masalah gizi, menurunkan BAB semabarangan, akses sanitasi, standar mutu faskes, aksesibilitas, jaminan kesehatan nasional, dan juga kewajiban Kab/Kota untuk melaksanakan SPM (Standar Pelayanan Minimal).

Demikian rangakain laporan pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah Tahun 2018 di Semarang. (mik 7/2/18).

English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Visit

Visitors
3
Articles
275
Web Links
4
Articles View Hits
4449766